Tempat Orak-Orek KuPer

December 25, 2007

Kupecat sekretarisku…….

Filed under: Humor — Tags: , , — cuver @ 4:00 am

Kenapa Sekretarisku ku Pecat …

Tidak semua sekretaris mempunyai pikiran sama dengan bossnya…..
alasan kenapa sekertaris saya pecat !! (rekayasa)

Message:

Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan moodku tidak
terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan
istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “Selamat Ulang Tahun
suamiku tersayang” dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun
untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat
kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja makan untuk
sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya
aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku “Selamat
pagi Boss, Selamat Ulang Tahun”. Dan akhirnya aku merasa sedikit
terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku. Aku
bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku
dan berkata “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah
diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan
siang, hanya kita berdua”. Aku berkata “Wow, itu adalah perkataan yang
luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi”.

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami
biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami
memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam
perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari
yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan ?”. Tidak
perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk
mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Boss, jika Anda tidak
keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar
lebih nyaman”. Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar
tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang
tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan
kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.
Di sebuah sofa panjang,……. telanjang tanpa sehelai benangpun…….

credit @ rijalhadas

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: