Tempat Orak-Orek KuPer

December 29, 2007

My Sassy Girl.. The Movie..

Filed under: film — Tags: , , , — cuver @ 6:02 am

my sassy girl

Review penonton pintunet :

Apa yang akan Anda lakukan jika suatu saat ada seorang gadis cantik – yang tidak Anda kenal – dalam keadaan mabuk memuntahkah isi perutnya mengenai orang lain, dan sebelum pingsan dia memanggil Anda, “Sayang.”?

Ini dialami seorang pemuda culun bernama Gyeun-woo yang sekaligus merupakan prolog dari film yang mencatat box office di Korea My Sassy Girl arahan sutradara Kwak Jae-yong. Karena ulah si gadis tadi, Gyeun-woo terpaksa bertanggung-jawab membersihkan (maaf) muntahan sang gadis. Rasa tanggung-jawab membuat Gyeun-woo menggendong gadis mabuk tersebut ke sebuah motel untuk beristirahat. Bahkan lagi-lagi di sini Gyeun-woo ketiban sial, rupanya kerabat sang gadis menghubungi polisi setelah ponselnya diangkat oleh Gyeun-woo. Sialnya lagi, saat pulang ke rumah Gyeun-woo disemprot ibunya karena sebenarnya pemuda yang berusia 25 tahun tersebut diminta sang ibu menemui bibinya yang setahun lalu kehilangan anak satu-satunya…

Beberapa hari kemudian, Gyeun-woo mendapat telepon dari gadis tersebut yang memintanya ke stasiun Bupyung untuk bertemu. Pertemuan tersebut lagi-lagi diakhiri dengan mabuknya si gadis berusia 24 tahun, dan lagi-lagi Gyeun-woo membawanya ke motel dan memberikan obat untuk menyembuhkan si gadis dari mabuknya. Sejak saat itu, terjalinlah hubungan khusus antara Gyeun-woo dengan gadis yang sampai di akhir film tidak disebutkan siapa namanya. Setelah mengalami berbagai kejadian bersama-sama, sebelum berpisah mereka memutuskan untuk masing-masing menulis sebuah surat dan menguburkannya bersama-sama di bawah sebuah pohon dan berjanji bertemu kembali 2 tahun kemudian untuk menemukan jawabannya…

Dibintangi oleh Jeon Ji-hyun dan Cha Tae-hyun, My Sassy Girl menempatkan diri sebagai film komedi romantis. Sebuah pilihan yang tepat karena di awal film, unsur komedi banyak ditonjolkan, mungkin untuk lebih mendekatkan penonton dengan penokohan dua karakter utamanya. Keadaan kemudian dibalik di bagian tengah sampai akhir film yang VCD-nya terdiri dari dua keping tersebut. Bukan hanya ceritanya yang bagus, My Sassy Girl juga memiliki visualisasi yang kuat. Banyak adegan-adegan yang secara sinematik sangat indah dilihat, pemilihan lokasi yang tepat, juga kesan pewarnaan berkesan abu-abu yang digunakan pada bagian-bagian tertentu film ini terutama adegan-adegan di stasiun. Musik yang mengiringinya pun tidak sembarangan dipilih, mampu memperkuat suasana yang dibangun. Pada satu bagian, kita akan dihibur dengan lagu lawas My Girl dengan visualisasi yang menurut saya benar-benar romantis, namun sedikit kocak.

My Sassy Girl diangkat dari sebuah tulisan bersambung yang dimuat di Internet karya – kalau saya tidak salah – Kim Ho-sik. Entahlah apakah cerita ini merupakan pengalaman pribadi si pengarangnya atau tidak, yang jelas saya sangat menyukai film ini dari berbagai sisi. Sampai saat ini saya sudah menontonnya sebanyak tiga kali, sesuatu yang sangat jarang saya lakukan. Di bagian akhir film ini, kita mendapat bonus sebuah video klip yang dijadikan theme song film romantis ini.

Sebagai penutup, secara harfiah sassy berarti lancang, mungkin juga bisa diartikan jutek. Anda akan mengerti mengapa film ini berjudul seperti itu. Bahkan penokohan karakternya pun sepertinya diikuti oleh sineas-sineas lain di berbagai negara (dengar-dengar Hollywood akan membuat versi remakenya) termasuk Indonesia. Yah, secara iseng sih My Sassy Girl bisa diartikan Gadis Jutekku atau… Cewekku Jutek?

Review saya pribadi :

Pertama-tama saya menyukai film ini sudah jelas karena ceweknya cantik huahhhaaa…. (just kidding)… Kemudian saya menonton dan hingga sekarang masih menikmati ceritanya… Sangat jarang ada film lengkap seperti ini di Indonesia. Bagi anda yg belum nonton.. siap-siaplah tertawa dengan ending yang tak terduga. Saya dan istri sering juga sama-sama nonton film ini. Hmm… berkesan banget.

Another review  by KFCC:

Why do I hate teen movies so much? Because of their uninteresting crappy love story and their unbelievable typical characters (you know that the supposed ugly girl is a perfect super babe when she takes off her glasses). Also because I can’t support all the clichés and stereotypes that these kinds of movies like to exploit so much. It’s just not funny to me anymore. Of course, because in most cases, cinematography wise, these movies mean absolutely nothing, for me they have almost no artistic values, I just found them a complete waste of time.

But why do I love “My Sassy girl” so much? Because of that unpredictable and enjoyable love story and that the two characters in the movie were awesome and touching, especially that memorable and beautiful Korean girl. Also, that the humor was always right on time, not trying stupid sex jokes or stupid humor, unlike other movie of its genre right now and that visually the movie was surprisingly very well done.

My sassy girl..


So beautiful…

1 Comment

  1. gila!!!
    lo pengemar korean ya cuv???
    ajib beneeerrrr

    Comment by pengemar_gudeg — July 18, 2008 @ 8:12 am


RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: