Tempat Orak-Orek KuPer

January 24, 2009

Juara Dunia MotoGP 2008 akan diadu dgn Juara Dunia Superbike 2008..??

Filed under: lain-lain — cuver @ 3:08 am

valentino rossi vs bayliss

Kabar ini berawal ketika Bayliss, Juara dunia superbike 2008 menerima penghargaan Moto Sprint Rider of the Year. Rossi, Juara dunia MotoGP 2008 merasa lebih pantas menerima penghargaan tersebut geram dan langsung melayangkan surat tantangan kepada Bayliss.

Bayliss tergiur dengan tantangan Rossi tetapi dia meminta bayaran yang sangat besar yakni sebesar $ 2 juta (sekitar Rp 22 milyar )
dan pertarungan direncanakan berlangsung di Qatar pada 14 Maret 2009.

Bayliss akan mengendarai motor Ducati yang dipakenya sekarang dan Rossi akan mengendarai Yamaha yg dipakai team yamaha disuperbike.

Namun, sepertinya team Yamaha tidak menyetujui ide gila Rossi . Tim yang menaungi Rossi di ajang MotoGP itu menyatakan bahwa mereka tak memiliki rencana untuk membiarkan sang pembalap turun berlaga di Superbike.

sumber : http://www.motorcycle.com/news/rossi-vs-bayliss-87734.html

Advertisements

October 4, 2008

Kejadian – Kejadian Aneh

Filed under: lain-lain — cuver @ 1:09 am

Kutukan Mobil James Dean
Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial.

a) Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.
b) Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas dimobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean.
c) Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.
d) Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja.
e) Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko.
f) Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.

Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.
Di Detroit tahun 1930an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar2nya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Sangat beruntung yah, tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan dibawahnya, dan lagi keduanya selamat, kayak sinetron yah….
(Source: Mysteries of the Unexplained)

Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.
Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki2 pacarnya sangat marah kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika.
(Source: Ripley’s Believe It or Not!)

Pria Kembar, yang hidupnya kembar.
Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih mencengangkan dari yang satu ini. Cerita dari saudara kembar yang berasal dari Ohio , yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak mengenal satu sama lain, kedua keluarga menamai mereka dengan nama yang sama, James. Inilah awal dari kebetulan2 itu, Kedua James tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, namun keduanya menjalani pelatihan pelaksana-hukum, tertarik pada mechanical drawing dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda. Keduanya memiliki anak laki2 yang diberi nama James Alan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. 40 tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang kembar. Sinetron banget…..
(Source: Reader’s Digest, January 1980)

Persis seperti bukunya Edgar Allan Poe.
Pada abad ke 19, penulis cerita horor terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul ‘The narrative of Arthur Gordon Pym’. Ceritanya mengenai 4 survivors dari kecelakaan kapal yang terdampar berhari2 ditengah laut sebelum memutuskan untuk membunuh dan memakan awak kabin bernama Richard Parker. Bertahun-tahun setelah itu,Tahun 1884, kapal layar Mignonette, tenggelam, dengan hanya 4 orang selamat, dan berhari-hari terdampar, akhirnya 3 senior dari kru memutuskan membunuh dan memakan awak kabinnya. Nama awak kabin itu adalah Richard Parker.

Twin brothers, terbunuh di jalan yang sama, selisih 2 jam.
Tahun 2002, Saudara kembar berusia 70an, tewas dengan selisih jam satu dengan lainnya pada kecelakaan yang berlainan di jalan yang sama di Finlandia selatan. Yang pertama tewas ketika ditabrak lori saat mengendarai sepedanya di Raahe, jarak 600 km ke selatan dari ibukota, Helsinki . Hanya berjarak 1,5 km dari kejadian dimana saudaranya tewas. “Ini adalah kebetulan yang bersejarah, meskipun jalannya terkenal sibuk, tapi kecelakaan jarang terjadi disini” police officer Marja-Leena Huhtala mengatakan pada Reuters. ” membuat bulu kuduk berdiri waktu tahu keduanya adalah saudara.
(Source: BBC News)

3 percobaan bunuh diri, digagalkan monk yang sama.
Joseph Aigner pelukis cukup ternama pada abad ke 19 di Austria , tampaknya , adalah orang yang tidak bahagia: dia beberapa kali mencoba bunuh diri. Percobaan pertama pada usia 18 saat dia mencoba menggantung diri, tapi digagalkan oleh kemunculan misterius seorang Capuchin monk. Pada usia 22 dia mencoba menggantung diri lagi, tapi lagi2 diselamatkan oleh monk yang sama. 8 tahun kemudian dia dibawa ke tiang gantungan karena aktifitas politiknya. Sekali lagi dia diselamatkan oleh monk yang sama. Di usia 68, Aiger akhirnya sukses melakukan bunuh diri, dengan memakai pistol. Acara pemakamannya dipimpin oleh monk yang sama, pria yang namanya tidak pernah diketahui oleh Aiger. Susah kali kalo pake pistol nyegahnya, musti ada bullet time nih….
(Source: Ripley’s Giant Book of Believe It or Not!)

Kemenangan Poker , tak disangka-sangka anaknya sendiri.
Tahun 1858, Robert Fallon ditembak mati, aksi balas dendam dari mereka yang bermain poker dengannya. Fallon, dituduh , memenangkan $600 pot dengan bermain curang. Dengan kursi Faloon sekarang kosong dan tidak ada pemain lain yang berkeinginan menggantikannya, akhirnya mereka menemukan pemain baru untuk menggantikan Fallon. Saat polisi tiba untuk melakukan investigasi , pemain baru tersebut sudah melipatgandakan uang Fallon menjadi $2.200, polisi meminta $600 milik Fallon untuk diberikan ke kerabat dekat Fallon, hanya saja ternyata pemain baru itu adalah anak laki2 Fallon yang tidak pernah bertemu ayahnya sejak 7 tahun!
(Source: Ripley’s Giant Book of Believe It or Not!)

Novel yang tidak disangka menggambarkan tetangga yang menjadi mata-mata.
Saat Norman Mailer memulai novelnya Barbary Shore , sama sekali tidak ada rencana bahwa mata-mata Rusia yang menjadi karakter. Saat dia menggarapnya, dia memperkenalkan mata-mata Rusia ini sebagai karakter minor. Selama pekerjaan berlanjut, mata-mata ini menjadi karakter dominan di novel, setelah novelnya selesai Petugas Imigrasi U.S menahan pria yang tinggal satu lantai diatas apartemen Mailer. Dia adalah kolonel Rudolf Abel, dipercaya sebagai mata-mata Rusia kelas satu saat itu.
(Source: Science Digest)

Mark Twain dan komet Halley.
Mark Twain lahir saat penampakan komet Halley tahun 1835, dan meninggal di penampakan komet Halley berikutnya 1910. Dia sendiri memprediksinya tahun 1909 saat dia berkata “Aku datang dengan komet Halley tahun 1835. Tahun depan komet ini datang lagi, dan aku berharap bisa pergi dengannya”

September 11, 2008

Sering capek? lelah? – cara praktis me-recharge energi anda!!

Filed under: lain-lain — cuver @ 3:11 pm

sering ngerasa lelah, gak enak badan, badan gak fit?

coba tips berikut….(gwa dah coba dan terbukti sejak pertama kali mencoba……)

1. ambil nafas lewat hidung dalam 5 hitungan
2. tahan nafas selama 20 hitungan
3. keluarkan lewat mulut dalam 10 hitungan

kalau dirasa hitungan di atas terlalu ringan atau berat silahkan sesuaikan dengan kemampuan anda dengan tetap menggunakan ratio 1 : 4 : 2

simpel tapi powerfull…..coba dan langsung terasa efeknya ke badan….lakukan setiap hari min 3x doank selama 10 hari….badan anda bakalan jadi sangat segar….

 

@jmen

September 8, 2008

Layanan plus plus di rumah sakit

Filed under: lain-lain — cuver @ 12:44 pm

liputan Wartawan: Layanan Super Suster-suster Plus (VIP Room)

Terbaring kesepian di kamar rumah sakit memang membosankan. Tapi, jika tahu celahnya, suster-suster manis bisa menjadi teman yang menyenangkan. Apa pun bisa terjadi di ruangan VIP rumah sakit. Main kucing-kucingan dengan tamu atau sanak famili makin menambah sensasi.

Menjelang sore, lorong rumah sakit itu senyap. Jam besuk sudah lewat. Dokter jaga sudah kembali ke ruang kerja. Para perawat baru saja berganti shift. Selain dengung mesin pendingin kamar, seluruh lantai ruang VIP rumah sakit di Jakarta Selatan itu sunyi senyap. Seperti tak berpenghuni.

Kegelisahan pun menyergap seorang pasien di kamar paling pojok. Sudah dua minggu sejak menjalani operasi lutut gara-gara mobilnya tabrakan, Gen-sebut saja namanya begitu-hanya bisa telentang di ranjang. Sepanjang hari ia cuma menonton televisi, sampai akhirnya dia punya ide. Tombol dipencet, memanggil suster untuk datang.

Tak sampai semenit, seorang suster masuk. “Ada yang bisa saya bantu,

Bapak?” tanya sang suster ramah sambil mendekati tempat Gen berbaring. “Mau ke kamar mandi,” jawab Gen. Wajahnya meringis, menahan nyeri ingin buang air kecil.

Perawat berambut sepundak itu tangkas mengambil pispot. Kedua tangannya mengangkat sedikit bahu pasiennya yang berbobot 65 kilogram itu. Dia membiarkan sang suster membuka piyamanya.

Rupanya, momen itu telah lama ditunggunya. “Suster, kok, jadi begini,” ujar Gen, tersenyum geli melihat “perkututnya” terbangun. Tak terduga, niat nakalnya mendapat respons. Perawat itu mesem. “Memangnya kenapa, mau saya teruskan?” ucap si suster, yang kali ini lupa mengakhiri sapaan lembutnya itu dengan kata bapak.

Gen tak banyak bicara. Rasa kaget mendengar jawaban suster ia sembunyikan lewat anggukan. Plus, satu kalimat singkat, “Saya tak suka pakai jari, Sus.” Tanpa banyak tanya, setelah membuang isi pispot, suster yang kita sebut saja namanya Juliet itu, kembali ke sisi ranjang. Di sisi kiri pasiennya itu, kemudian dia bersimpuh. Ada satu “tugas” yang mesti dia lunaskan.

Layanan manis tersebut tak hanya terjadi siang itu, tapi berlanjut selama Gen terbaring di rumah sakit sampai hampir sepekan. Dia tak perlu lagi merengek dengan trik kebelet pipis, tapi langsung pada sasaran. “Sejak awal saya lihat dia gampang digoda. Semula kelihatan jual mahal, tapi itu yang membuat saya nekat,” katanya, mengenang kejadian beberapa bulan lalu itu.

Bapak dua anak yang tinggal di Jakarta Barat ini semula hanya merayu. Misalnya, akan membelikan martabak jika Juliet mau menemaninya saat susah tidur malam. Tapi, jawaban si suster malah membuatnya keblinger. “Ah, kalau cuma itu, sih, aku juga bisa beli, yang lain, dong,” tuturnya menirukan rengekan Juliet.

Gayung pun bersambut. Sehari kemudian Gen mengubah trik rayuan. “Kalau diajak belanja ke Bandung, aku mau,” timpal sang suster merajuk. He, di manakah Gen? Di rumah sakit atau di panti pijat?

Tapi, ini bukan mimpi, Bung. Barangkali ini memang tugas yang harus dilakukan perawat atau suster itu, yakni melayani pasien sebaik mungkin. Namun, godaan minta diajak tamasya ke Bandung sambil berbelanja, apa itu termasuk dalam job desk-nya?

Selanjutnya, bisa ditebak. Mendapat jawaban begitu, hidung Gen makin belang saja. Pria berumur 39 tahun itu menilai tindak tanduk Juliet tak wajar. Sekali lagi kail dilempar. “Yakin, kalau bukan lantaran uang, dia enggak bakal mau sama saya,” kata Gen sambil tertawa lebar. Gen memang tidak ganteng. Jauhlah jika wajahnya disandingkan dengan bintang-bintang yang sering nongol di sinetron. Namun, duitnya cukup untuk menaklukkan perawat berusia 23 tahun itu.

Gampang caranya, uang puluhan ribu cukup untuk mengikatnya. Soal lokasi kencan, privacy sebagai penghuni kamar VIP membuatnya cukup aman dan nyaman. Trik itu berhasil. Di kencan berikutnya, biar mantap, dia menyelipkan selembar cek berangka dua juta rupiah di balik kertas check up dan daftar obat yang biasa si suster pegang. “Melihat lembaran itu dia hanya tersenyum, lalu segera mengangkat gagang telepon,” kata Gen. Dari kalimat yang dia tangkap, rupanya dia menelepon ruang jaga dan mengatakan sedang menunggu pasiennya yang tertidur lelap.

Agaknya jumlah itu sangat besar. Gen tak memunyai kesepakatan apa pun laiknya transaksi seks dalam bisnis esek-esek. “Sebetulnya dia punya tarif tersendiri, tapi dia baru ngaku pada kencan berikutnya,” ucap Gen, “saya anggap itu bonus.”

Bagi Gen, itu bonus, tapi bagi Juliet angka itu menandakan pasiennya bukan sembarangan. Selama sepekan penuh, tiga kali Gen mengencani suster manis satu atau dua jam di kamarnya. “Kesempatan emasnya hanya saat dia tugas shift malam,” ucapnya sambil mendelik nakal.

Biarpun kelihatannya punya banyak waktu, suster macam Juliet tetap tak mau ambil risiko. Dua rekan yang punya kebiasaan dan kelihaian sama pernah tergaruk dan akhirnya dipecat gara-gara ketahuan ada main dengan dokter dan pasien.

Lo, jadi banyakkah Juliet-Juliet lain? Benarkah “kencan pispot” sudah biasa? Lebih jauh lagi: benarkah ada sindikasi yang mengatur kencan gelap di kamar VIP rumah sakit?

Tak bisa dipastikan, memang. Namun, sesungguhnya polah suster juliet bukan kabar baru. Belasan tahunan lalu, seorang sumber MATRA bercerita hal serupa di sebuah rumah sakit terkenal di Jakarta. Layanannya kala itu, baru tarian jemari atau seks oral, belum sampai naik ke ranjang. Sumber lain menceritakan, suster yang punya kebiasaan seperti itu umumnya masih muda usia, di bawah 25 tahun. “Yang saya kenal malah baru berusia 22 tahun,” katanya.

Para suster memang memiliki wilayah “kekuasaan” yang luas. Dia bisa masuk ke kamar perawatan tanpa ada yang melarang. Bahkan, dia bisa mengusir keluarga atau kolega pasien dengan alasan ingin memberikan kesempatan beristirahat. “Maaf, ya, Bu, bapak harus istirahat.” Dengan kalimat itu, istri sekali pun musti keluar dari kamar.

Betulkah ini side job suster zaman sekarang? Seorang Pengawas Keliling Rawat Inap tegas menjawab: ya! “Mustahil tak ada apa-apa jika mereka berkeliaran di sini saat libur, apalagi berdandan, dan bersolek tidak seperti suster lainnya,” kata perempuan yang sebut saja namanya: Cantik.

Menurut Cantik, tiap kali berkeliling, dia sering mendapati para suster seperti punya pasien pelanggan tetap. “Tiap pasien anu memanggil, yang datang selalu suster A, tak pernah yang lain,” katanya lagi. Sekalipun Suster A tidak berada di ruang jaga, suster lain belum tentu berani melayani pasien itu. “Seperti ada penjatahan,” tambahnya.

Dia mengakui, ada indikasi kuat empat perawat di rumah sakitnya suka memberikan layanan plus. “Rata-rata usia mereka di bawah 25, cirinya gampang, kalau tidak cantik, pastilah bertubuh tinggi dan montok,” kata lajang berusia 26 tahun ini.

Umumnya, pasien yang mereka jaring adalah pasien ruang VIP. “Kebanyakan pasien bule, meskipun sering juga orang lokal,” katanya.

Dia pernah menangkap basah isi pesan pendek di layar monitor ponsel milik salah satu perawatnya. Bagian akhir kalimat SMS itu adalah nama hotel dan nama pengirim pesan, cukup membuatnya paham kegiatan lain susternya. Dia tak menyangka kenakalan suster bisa jauh seperti itu. Sebelumnya, yang ia tahu hanya sebatas hubungan emosi dengan dokter jaga atau pasien.

Jenis perawatan spesifik yang membuat masa rawat inap cukup panjang agaknya ikut menyuburkan kasus-kasus seperti ini. Jika pasien harus menginap sebulan, boleh jadi interaksinya dengan suster bisa sangat akrab. Tak sedikit memang pasien pria punya sikap genit dan gombal terhadap suster.

Menurut Cantik, kasus-kasus seperti itu tidak hanya terjadi di rumah sakitnya saja, tapi juga di tempat lainnya. MATRA yang mengendus sepak terjang para suster ini mendapatkan sejumlah petunjuk yang mengejutkan. Tak percaya? Mari main ke sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Timur.

Bram, bukan nama asli, karyawan perusahaan jasa hiburan, suatu kali pernah menginap sepekan di ruangan VIP rumah sakit itu. “Dari awal, suster itu menatap saya dengan pandangan nakal menggoda,” kata lelaki yang kala itu mengidap hipertensi. Hari pertama dan kedua Bram masih jaim. Ia hanya berani menggoda Anita, sebutlah namanya begitu, suster muda berusia sekira 20 tahunan. “Kebetulan dia yang bertugas mengawasi saya,” ujar pria ini. Suster kepala berkunjung juga, meski hanya inspeksi.

Ringkas cerita, suatu sore Anita yang berbadan semok, menawarkan diri untuk memandikan Bram. Padahal, “Meski tangan diinfus, sebenarnya saya bisa mandi sendiri, kok,” kata Bram. Sebetulnya ia tak pernah menyangka kalau perempuan berparas manis dan berambut panjang itu berprofesi ganda. Saat mandi itulah semua misteri tersingkap.

Awalnya, Bram malu-malu kucing. Namun, rupanya libido memendekkan akal sehatnya. Suasana mendukung pula. Tak ada orang lain, Cuma berdua. Rasa suntuk dan bosan juga mulai menyergap lelaki itu. Tak terasa tangan Anita mulai bergerilya. Bram gelap mata.

Sampai hubungan badan? “Tidak, hanya oral,” katanya. Bukannya dia ogah bercinta. Selain badannya lemas, ada pertimbangan lain. “Enggak tega, mereka, kan, pekerja sosial,” tutur Bram, berkilah,” tapi menyesal juga, sih, tak sampai making love.”

Entah sungkan atau sekadar meluncurkan jurus dagang, Anita tak menagih bayaran. “Tapi, Anita sering pulang larut malam, jam 11 atau 12,” ujar Bram. Dia jadi tak tega hati. Empat lembar lima puluh ribuan mengucur dari sakunya, sekadar “uang lelah”.

Namun, permainan nakal tak berhenti sampai di situ. Setelah sembuh, Anita dan Bram masih kerap berhubungan. “Sekadar hangout, nonton dan, main biliar saja. Cium-cium sedikit, ya, ada,” katanya. Tapi, ia enggan bertindak lebih jauh.

Duit tip yang diterima para suster itu memang tidak sedikit. Barangkali itu pula yang bisa membuat mereka membuang penat di tempat-tempat hiburan yang gemerlap. Itu yang kerap dilakukan Suster Cinta- sebut saja namanya itu-perawat sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

Di sudut kiri ruangan Planet Holywood, di ujung minggu awal Desember, dia duduk bersama seorang rekan. Usia keduanya sebaya. Dia memakai gaun katun hitam dengan padanan jins biru ketat. Cinta sendiri mengenakan rok selutut dengan setelan gaun katun cokelat.Tubuhnya kecil. Rambutnya dipotong pendek. Tak tampak riasan di wajah perempuan kelahiran Semarang, 23 tahun silam ini. Manis. “Aku jarang ke sini, maklum anak rumahan,” kata perempuan muda itu tertawa sambil menutupi mulutnya. Perempuan muda yang duduk di sampingnya-mengaku bernama Florida-bukan nama sebenarnya juga, ikut tertawa.

Cinta yang gemar clubbing ini, menurut seorang suster lain, berkelakuan sama seperti Juliet. “Tak ada tarif khusus, tapi kalau ditanya, paling sedikit lima ratus ribu sampai satu juta,” kata sumber MATRA yang lulusan akademi perawatan di kawasan Jakarta Pusat ini. Tak ada tarif khusus memang, karena Cinta bekerja sendirian tanpa “mami”.

Cara kerja Cinta cukup unik. Dia berburu mangsa di daftar pasien check up di kamar VIP. Jika calon pasien lebih dulu booking jam dan kamarnya, tugasnya lebih mudah. Dia lebih tahu usia, asal usul, dan “isi kantong” pasien dari data pekerjaannya. “Mudah, sebab selain menjadi orang pertama yang menyentuh pasien, suster di sini lebih leluasa berkomunikasi,” kata lajang yang tak menyukai asap rokok ini. Dokter tak banyak berada di kamar check up, namun di ruang konsultasi.

Jika berbicara soal seberapa jauh Cinta memberikan “layanan plus”, dia mengaku tak “sebebas” di rumah sakit umum. “Di situ aku lebih banyak mancing untuk kencan, gampang, kok,” ujarnya.

Pertama, dia akan berbuat sebisa mungkin menyentuh alat vital si pasien. Menurutnya, jarang sekali langkah pertama ini gagal. Langkah selanjutnya, ini kalau pasien langsung bereaksi dan situasinya aman, dia bisa melakukan onani di tempat.

Kalau gagal, masih ada nomor ponsel yang bisa dikontak. “Keluar dari situ, mereka pasti kirim SMS, kalau yang jaim akan langsung ketahuan apa maunya, dan mereka lebih mudah kita mainkan,” ucap pemilik tahi lalat di atas bibir yang mengaku ingin meneruskan kuliah manajemen keperawatan ini.

Biasanya, pasien yang masuk perangkap akan diajak clubbing. Ini juga satu syarat tak resmi yang disukainya dari calon pasien. Dari situ, dia membiarkan pasiennya mengajak ke hotel transit langganannya di kawasan Ancol atau Pasar Baru. “Sebab, besoknya aku bisa langsung ke tempat kerja,” tutur suster yang selama hampir setahun sudah menggeluti side job ini.

Di lain tempat dan waktu berbeda, MATRA juga bertemu Juliet, suster yang memberi layanan plus kepada Gen. Kala itu di sebuah kafe di Cilandak Town Square, salah satu tempatnya mampir sepulang kerja. “Tergantung situasi, kalau dapat shift malam, gue bisa kencan di kamar, tapi jika masuk pagi atau hari libur, lebih enak di hotel,” ujar lajang berdarah Jawa Barat ini. Selain bisa istirahat nyaman, bisnis gelapnya ini juga lebih aman. Juliet jarang pulang ke rumah. Sebulan bisa dihitung hanya berapa kali dia berada di tengah keluarganya di kawasan perbukitan kapur Bogor. Juliet mengaku side job yang dilakukannya sejak hampir dua tahun ini sangat menguntungkan. “Gaji di sini tidak sampai dua juta, buat jajan, pulsa, kosmetik, seminggu juga sudah habis,” kata pengunjung tetap Zanzibar dan Hard Rock Cafe ini, enteng. Gaya berbincangnya di dalam rumah sakit ternyata berbeda dengan di luar. Apalagi, jika lawan bicaranya adalah mangsanya sendiri. “Gue ML (making love) setahun setelah lulus dari akademi. Itu sama pacar kedua gue. Dia duda,” katanya.

Dia bilang, kerja sampingan yang dia anggap hal biasa ini buah dari kepenatannya selama belajar dan tinggal di akademi. “Selama tiga tahun mana pernah gue kenal pacaran, jangankan kenal dugem atau ML, ciuman juga enggak,” kata Juliet, yang lulus dari akademi perawatan di kawasan Bogor tiga tahun lalu itu.

Kebiasaan tidak pulang selama tinggal di asrama kiranya bisa menjadi kiat jitu sebagai tameng untuk menutupi jadwal keluyuran mereka demi side job tersebut. Maklum, clubbing dan menginap di hotel seakan telah menjadi rutinitas lainnya di samping merawat pasien.

Juliet mengaku menikmati betul kerja sampingannya itu. Tak sedikit pun dia takut risiko dikeluarkan oleh manajemen. “Kalau ceroboh dan ketahuan, itu risiko,” katanya, “tapi sampai saat ini bukan masalah.” Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan dua sampai tiga pasien. Dari mereka, uang yang didapat bisa mencapai tiga juta. “Itu hitungan bersih, sebab mesti bagi-bagi ke teman yang lain juga,” katanya.

Kebanyakan, pasiennya dari kalangan bule. Namun, kalau terdesak, pasien VIP lokal seperti si Gen,juga digarapnya. “Dulu ada senior kita yang secara tak tertulis memberi aturan main dan mengoordinasikan pasien buat kita berlima, sayangnya dia sudah pindah ke luar kota,” ungkapnya.

Senior yang dimaksud tak lain, sebut saja, Meidi. Dia memang dikenal sebagai “mami kecil”. Berkat jasanya, suster macam Juliet dan beberapa temannya sering kebagian order menangani pasien yang pernah dia servis luar dalam semasa mereka bekerja di sebuah rumah sakit besar di kawasan Bekasi.

Tiga tahun silam, Meidi terpaksa drop-out atas permintaan yayasan pemilik rumah sakit setelah ketahuan sedang asyik “main” dengan seorang pasien berkebangsaan Nigeria. “Siapa tak tertarik, tiap kali datang ke kamarnya dikasih lima ratus ribu,” kata Meidi. Tentu kedatangannya tak semata berkunjung, tapi layanan plus “tarian” jemari. Hingga kemudian, layanan meningkat menjadi ML di ranjang pasien. Karena menganggur, Meidi meneruskan hubungan dengan si Niger, yang tenyata seorang bandar narkoba. Dia pun terjerat narkoba. Beruntung dia sanggup lepas dari si Niger. Kini dia berstatus mahasiswi sekolah seni tari di Jakarta. Kendati bisa secara perlahan mengurangi konsumsi narkoba jenis shabu-shabu, sisa-sisa masa kelamnya tetap dia jalani.

Perempuan berusia 24 tahun itu bukan kembali menjadi “suster plus”, atau bandar shabu, namun sebagai agen pemasok pasien bule dan pria-pria nakal untuk beberapa suster yang dia kenal. “Apa gue pantas disebut ‘mami’?” kilah janda muda berkulit sawo matang itu mengenai julukannya. Dia tertawa lebar.

Terserah apa omongannya. Yang jelas, 15%-20% uang kencan akan menjadi bagiannya jika ia memberi order satu pasien untuk diservis. “Kan, tidak harus di kamar pasien, kenapa mesti takut dituntut rumah sakit?” kata perempuan yang kerap bolak-balik Jakarta-Bandung ke rumah orang tuanya itu.

Dia juga mengaku tak pasang tarif. Dia bisa mematok harga seenaknya tergantung siapa pasien yang dibawanya. “Minimal delapan ratus ribu, kalau bule satu juta, tapi saya tak pernah bicara harga pada pasien, cukup ngomong dengan suster,” katanya. Pintar juga dia, si Meidi ini. Nasihat atau teguran bukannya tak ada. Cantik, misalnya, kerap gerah melihat kelakuan Meidi dan rekan-rekannya yang mencemari korps putih-putih itu, tapi dia cuma bisa angkat bahu. “Aku cuma bisa kasih nasihat pada mereka, lain dari itu aku tak bisa apa-apa, sebab mereka rata-rata pandai bergaul dengan dokter dan atasan,” kilahnya, serius.

Kedekatan itu juga rentan dengan aktivitas seksual semacam suster plus. “Hubungan seksual antara pasien dengan petugas kesehatan, dalam hal ini dokter maupun perawat, dapat disebut tindak pelanggaran susila,” ujar Dokter Kartono Muhammad, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Walhasil, jangan coba-coba berpraktik ganda di rumah sakit. Sanksinya cukup tegas dan keras. “Itu tergantung peraturan rumah sakit yang terkait dan tingkat kesalahan yang dilakukan. Dan, saksi paling berat adalah pemecatan”, lanjutnya.

Namun, jika dilakukan di luar tempat praktik, hal itu sudah tidak terkait dengan profesi. Menurutnya, tindakan tersebut bisa saja terjadi. “Mereka, kan, sama-sama manusia,” kata Kartono, mengimbuhkan, “kalau sudah ngebet, ya, buat janji saja di luar.”

Dari Tanah Abang ke New York
(c) Copyrights 2005 PT. Mitra Media Matra Jakarta-Indonesia, all
rights reserved.

September 3, 2008

Info Untuk Keadaan Darurat

Filed under: lain-lain — cuver @ 9:41 am

Mungkin kamu-kamu pernah mengalami kejadian-kejadian seperti dibawah ini,
Berikut ada beberapa tips untuk menyiasati permasalahan- permasalahan tersebut:

1) Nomor Darurat
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di
daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan,
silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk
menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112
dapat ditekan biarpun keypad dilock..
Cobalah..

2) Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil
dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP,
lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil, dan minta orang
rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada
dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah
mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)

3) Baterai cadangan tersembunyi
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#,
maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda ( Jakarta area only)
Ketik : metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti akan
ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini
juga berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yang hendak anda
beli/incar .

5) Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong
seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm ,maka anda bisa minta
pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik ,misal
no asli pin anda 1254 input 4521 di ATM maka mesin akan mengeluarkan
uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri
tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang
yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.
semoga berguna yaaah…

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.